Peristiwa asidifikasi laut (ocean acidification) meningkatkan konsentrasi karbondioksida terlarut (dissolved inorganic carbon, DIC) di ekosistem laut. Karbondioksida (CO2) merupakan sumber karbon yang diperlukan tumbuhan dalam proses fotosintesis. Oleh sebab itu, hipotesis awal menyatakan bahwa peningkatan karbondioksida akan meningkatkan produktivitas dari organisme fotosintetik di laut. Akan tetapi, paradigma tersebut hanya berlaku dengan asumsi bahwa faktor lingkungan yang lainnya, seperti nutrien tidak menghambat laju produktivitas. Hal inilah yang mendasari penelitian yang dilakukan oleh Y.X. Ow dan kolega dari College of Marine and Environmental Science, James Cook University, Australia. Adapun tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk menganalisis pengaruh CO2 dan nitrat terhadap produktivitas lamun (seagrass). Dalam penelitian digunakan dua spesies lamun yaitu Halodule uninervis dan Thallassia hemprichii. H. uninervis merupakan spesies lamun pioneer dengan pertumbuhan yang cepat sedangkan T. hemprichii adalah spesies lamun klimaks dengan pertumbuhan lambat.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua spesies seagrass menunjukkan respon berbeda terhadap penambahan konsentrasi karbondioksida dan nitrat. Pada H. uninervis, produktivitas dan laju pertumbuhan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi CO­2. Sementara itu, jumlah nutrien (nitrat) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap produktivitas H. uninervis. Hal ini kemungkinan disebabkan karena penambahan nitrat menyebabkan kebutuhan karbon pada rhizoma menurun. Pada T. hemprichii, peningkatan CO2 dan nitrat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap produktivitas dan laju pertumbuhan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatnya produktivitas primer akibat asidifikasi laut tidak berlaku untuk semua spesies lamun. Selain itu, nitrogen sepertinya bukan merupakan faktor pembatas bagi H. uninervis dan T. hemprichii meskipun kedua spesies tersebut dikoleksi dari perairan dengan kandungan nitrogen rendah. Dengan demikian, meningkatnya jumlah karbondioksida dan nutrien di laut tidak serta merta akan meningkatkan produktivitas. Interaksi berbagai faktor lingkungan dan karakter dari masing-masing spesies sepertinya ikut memegang peran penting dalam menentukan respon tumbuhan terhadap meningkatnya karbondioksida dan nutrien.

 

Referensi:

Y.X. Ow, N. Vogel, C. J. Collier, J. A. M. Holtum, F. Flores & S. Uthicke. 2016. Nitrate fertilisation does not enhance CO2 responses in two tropical seagrass species. Sci. Rep. 6:23093. DOI: 10.1038/srep23093.Publication link

Advertisements