Padang lamun memiliki peran ekologis penting sebagai lokasi perkembangbiakan (spawning ground), pelindung dari arus dan gelombang, serta sebagai tempat  mencari makan (feeding ground) berbagai spesies biota laut seperti  ikan, teripang, moluska, penyu dan dugong. Bahkan, spesies lamun klimaks seperti Enhalus acoroides memiliki peran penting dalam memerangkap sedimen dan absorpsi karbon (carbon zink). E. acoroides tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Lamun ini mudah dibedakan dari spesies lainnya karena memiliki rhizoma berukuran besar serta daun yang panjang (bisa mencapai 100 cm).

Penelitian tentang keragaman genetik E. acoroides di Indonesia belum pernah dilaporkan sebelumnya. Oleh sebab itu, hal iniah yang mendasari dilaksanakannya studi genetik terhadap lamun E. acoroides. Penelitian yang dipimpin oleh Made Pharmawati (Universitas Udayana) bekerjasama dengan Laboratorium Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC), Bali bertujuan untuk menganalisis keragaman dan struktur genetik E. acoroides di Indonesia. Dalam laporan awal dari penelitian ini yang telah dipublikasikan di jurnal Advanced Science Letters (American Scientific Publishers) ditemukan bahwa keragaman genetik E. acoroides yang diambil dari tiga lokasi yaitu Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu), Lembongan (Bali) dan Waigeo (Papua) cukup tinggi dengan jumlah alel yang ditemukan antara 6-18 alel. Heterozigositas pengataman (observed heterozigosity, Ho) tertinggi ditemukan di Pulau Pramuka (0.767) sementara yang terendah ditemukan di Lembongan (0.436).

Hubungan genetik antar populasi E. acoroides menunjukkan bahwa tiap-tiap individu E. acoroides mengelompok sesuai dengan lokasi tempat sampel tersebut diambil. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dispersi (penyebaran) dari E. acoroides tidak menjangkau jarak yang terlalu jauh. Akan tetapi, penelitian ini juga menemukan beberapa individu E. acoroides di Lembongan dan Waigeo memiliki kemiripan secara genetik. Kemiripan tersebut kemungkinan disebabkan oleh adanya aliran gen (gene flow) yang diperantarai oleh arus.

Sumber referensi:

Pharmawati, M., Putra, I.N.G., Syamsuni, Y.F., Mahardika, I.G.N.K., 2015. Genetic diversity of Enhalus acoroides (L.) Royle from coastal waters of Pramuka Island, Lembongan Island, and Waigeo Island, Indonesia, based on microsatellite DNA. Adv. Sci. Lett. 21, 199–202. Publication link

Advertisements