Eviota punyit is definitively known from Brunei Darussalam, the Banda Sea and West Papua

Eviota punyit pertama kali diidentifikasi sebagai spesies yang berbeda dengan kerabat terdekatnya (Eviota sabreii) pada sebuah survei biodiversitas di Pulau Punyit, Brunei Darussalam. E. sabreii diketahui memiliki 2 pola warna berbeda pada tubuhnya yaitu individu dengan garis lateral berwarna merah dan individu dengan garis lateral berwarna hitam. Garis warna tersebut memanjang mulai dari kepala sampai ujung caudal peduncle. Hasil analisis data genetik menunjukkan bahwa dua pola warna pada E. sabreii masing-masing mewakili spesies yang berbeda.

Saat ini, E. punyit ditetapkan sebagai nama spesies baru untuk ikan gobi genus Eviota yang memiliki garis lateral berwarna merah.Sementara itu, individu-individu dengan garis lateral berwarna hitam ditetapkan sebagai spesies E. sabreii yang sebenarnya. E. punyit ditemukan di ekosistem terumbu karang dengan kedalaman antara 12-45 meter. Spesies ini cenderung hidup soliter atau membentuk kelompok-kelompok kecil beranggotakan 2-3 individu. Karang tipe foliose merupakan tempat dimana spesies ini sering ditemukan.

E. punyit secara konkret dapat ditemukan di Brunei Darussalam, Laut Banda dan Kaimana (Papua Barat). Akan tetapi, berdasarkan data foto dan hasil observasi, spesies ini juga dketahui terdapat di Laut Merah, Oman, Halmahera, dan Pulau Ryukyu, Jepang. Penemuan spesies baru ini semakin mengukuhkan Segitiga Terumbu Karang (the Coral Triangle) sebagai hotspot keanekaragaman hayati laut di dunia.

Sumber referensi:

Luke Tornabene, Samantha Valdez, Mark Erdmann, Frank Pezold. 2016. Support for a ‘Multi-locus sequence data reveal a new species of coral reef goby (Teleostei: Gobiidae: Eviota), and evidence of Pliocene vicariance across the Coral Triangle. Journal of Fish Biology. doi:10.1111/jfb.12947. Publication link

 

Advertisements