Closely related and sympatric but not all the same…(Ng, et al., 2014)

Dalam mengungkap hubungan antar spesies, utamanya spesies yang saling berkerabat dekat, sering sekali kita dibenturkan dengan konsep dari spesies itu sendiri. Salah satu konsep tentang spesies yang dicetuskan oleh Ernst Walter Mayr (1942) menyatakan bahwa spesies adalah kumpulan individu sejenis yang mampu melakukan reproduksi secara seksual dan menghasilkan keturunan fertil. Akan tetapi, hal ini sepertinya tidak berlaku untuk spesies mangrove Rhizophora. Rhizophora  apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa  adalah anggota dari genus Rhizophora yang saling berkerabat dekat. Ketiga spesies ini sering dijumpai dalam lokasi yang sama (simpatrik) dan memiliki kesamaan dalam hal periode pembungaan, pembuahan serta mekanisme penyebaran (dispersal). Akan tetapi, perbedaan-perbedaan pada ketiga spesies berkerabat dekat tersebut masih tetap ada.

Klasifikasi secara morfologi dan filogenetik menunjukkan bahwa R. stylosa dan R. mucronata lebih dekat satu sama lain dibandingkan dengan R. apiculata. Bahkan hibridisasi dari R. stylosa dan R. mucronata mampu menghasilkan keturunan yang fertil. Merujuk pada konsep spesies di atas, tentu adanya hibrid fertil ini merupakan suatu pengecualian. Akan tetapi, adanya hibrid pada spesies Rhizophora ini tampaknya umum dijumpai, contohnya R. lamarckii, R. selala, dan R. annamalayana. Apabila dua spesies mampu kawin dan menghasilkan keturunan fertil, lalu apa yang membuat dua spesies itu tetap sebagai dua spesies yang berbeda? Pada kasus R. stylosa dan R. mucronata, peneliti menemukan bahwa kedua mangrove ini beradaptasi pada habitat yag berbeda. R. mucronata adalah spesies mangrove yang umum dijumpai, tetapi distribusi dari R. stylosa biasanya patchy* pada daerah berbatu atau berpasir. Oleh sebab itu, adaptasi terhadap habitat yang berbeda inilah yang kemungkinan menyebabkan spesiasi dari kedua spesies ini terus berlanjut.

Spesies berkerabat dekat dan simpatrik belum tentu mengalami sejarah evolusi yang sama. Demikian pula pada Rhizophora  apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa. Evolusi dari R. apiculata menunjukkan bahwa spesies ini terfragmentasi menjadi dua populasi besar yaitu sebelah barat dan timur Semenanjung Malaya (Malay Peninsula). Akan tetapi, R. stylosa dan R. mucronata tidak menunjukkan adanya diferensiasi genetik antara populasi di bagian barat dan timur Semenanjung Malaya. Dengan demikian, Semenanjung Malaya merupakan barier geografis bagi R. apiculata tetapi tidak bagi R. mucronata, dan R. stylosa. Hal ini menegaskan bahwa spesies-spesies yang berkerabat dekat dan simpatrik saat ini, kemungkinan memiliki sejarah demografi yang berbeda.

*Patchy: persebaran tidak merata.

Sumber: Ng WL, Onishi Y,  Inomata N, Teshima KM, Chan HT, Baba S, Changtragoon S, Siregar IZ, Szmidt AE. 2014. Closely related and sympatric but not all the same: genetic variation of Indo-West Pacific Rhizophora mangroves across the Malay Peninsula. Conserv Genet. DOI 10.1007/s10592-014-0647-3.LINK

Advertisements